Pukul 18.30 WIB, Ibuku sudah mulai menyiapkan pembuatan lontong!....
Setelah melalui beberapa proses hingga lontong sudah terbungkus dengan daun pisang yang sedari siang tadi sudah dibeli oleh Ibuku. Seutas tali rapiah mulai diikatkan untuk menahan daun pisang, agar tetap tetap membungkus lontong yang belum masak tersebut. Dan juga ikatan seutas tali tersebut juga sebagai pembentuk lontong, selayaknya lontong!....
Dua lontong yang diikat menjadi satu itu adalah lontong yang berisi oncom, dan satu lontong lagi yang diikat tersendiri itu adalah lontong yang berisi irisan kentang yang berbentuk dadu!....
Pukul 20.00 WIB, lontong yang sudah terbungkus rapi layaknya bentuk lontong mulai dikukus. “ Na, titip lontong nanti jam sepuluh tolong diangkat!.... “ kata Ibuku mengingatkan Aku, untuk mematikan kompor tepat pukul sepuluh nanti dan mengangkat lontong-lontong tersebut.
Pukul sepuluh malam, terkadang lewat lima belas menit Aku lupa untuk mematikan kompor dan mengangkat lontong-lontong tersebut!.....hehe…hehe
Yah, mungkin karena terlau asik menonton televise!.... “ Yah, menonton televisi satu-satunya hiburan dirumahku, yang terkadang televise tersebut menjadi rebutan sekeluarga, acara apa yang akan kami saksikan!....hehehehehe
Yah, mungkin karena kita masing-masing mempunyai acara paforit!.....
Kembal lontong, setrelah ku angkat Aku meniriskan lontong-lontong tersebut!.... Setelah itu aku kembali menajamkan mata dan pikiranku untuk menyaksikan acara televise, yang memberitakan kabar Indonesia satu hari ini dan terkadang ada tayangan investigasi beberapa kasus yang menjadi fenomental di Negeri ini. “ Na, nanti jam tiga tolong bangunkan Umi yah!.... “, Iyah benar, itu adalah suara Ibuku mengingatkan Aku untuk membangunkan pukul tiga dini hari…..
Mataku terjaga, mencoba menjaga janji pada Ibundaku… untuk membangunkannya tepat pukul tiga dini hari.
Saat ini pukul tiga dini hari, waktunya Aku mebangunkan Ibuku. Kusentuh secara perlahan telapak kakinya, berharap Ibuku dapat terbangun dari tidurnya!.... “ Mi… Mi…., dah jam tiga “, sapaku mencoba secara hati-hati dan perlahan membangunkan Ibundaku dari tidurnya.
Ibuku terbangun, lalu Ia bergegas menuju dapur, tempatnya beraktifitas seperti biasa, seperti malam-malam terdahulu…..
Ibuku menyiapkan menu lain untuk persiapan dagang!... Nasi uduk, kentang goring cabai, bakwan, bihun goreng, dan lain-lain….
Sesekali kulihat Ia sholat tahajud sebelum memulai kegiatan memasak, guna menjalankan profesinya sebagai tukang nasi uduk dan lontong!./…
Disela-sela kesibukan Ibuku memasak didapur, aku mengambil lontong yang sedari tadi Aku tiriskan. Seperangkat alat pembersih lontong dan dua wadah untuk dua pilihan rasa lontong tersebut…. Hehehehe mantab!.....
Satu buah elap kusiapkan, sambil menonton televise yang sedari tadi Aku saksikan!....
Aku mulai menyeka sisa-sisa air rebusan lontong tersebut, setelah ku seka!... aku membuka lilitan tali rapiah yang mengikat lontong tersebut!...
Kembali kuseka dua lipatan diujung lontong ontong, hingga lipatan terdalam lontong tersebut tidak tersisa air!..... dengan penuh harapan tentang hidup aku melakukan pekerjaan kecil ini penuh dengan cinta kasih dan Doa dalam setiap sekaan lontong-lontong tersebut. “ Semoga orang yang memakan lontong-lontong ini, mendapatkan kenikmatan dari Sang Maha Pencipta…. “, Doaku dalam setiap sekaanku mencoba membersihkan sisa-sisa air pada lontong-lontong kedua rasa tersebut!....
Tidak lupa kupisahkan kedua pilihan rasa lontong tersebut, dengan kedua wadah yang berbeda!.....
Kutata satu demi satu, ku upayakan agar terlihat cantik dan menarik, agar bahagia orang melihat nanti!.... “ Menumpuk satu demi satu, seperti tumpukan keindahan harapanku tentang hidup “….. Wow….
Penggilan dari Sang Maha berkumandang menunjukkan waktu melaksanakan sholat subuh!... Ibuku yang sedari tadi bergulat di dapur mulai beranjak mengambil air wudhu, lalu mengerjakan holat subuh tentunya!….Huuuuff… Indahnya Ibuku!.....
Aku memang bukan anak yang soleh dalam beribadah, namun Ibuku sangat mengerti Aku!.... Dan bukan berarti Ibuku tidak mengingatkanku tentang ibadah, namun Ibuku sangat mengerti Aku!.... “ Karena suatu perubahan itu lahir dari hati terdalam insan itu sendiri…. “.
Lalu setelah itu, lantunan Ayat-ayat suci mulai terlantun setelah dua rokaat sholat shubuh terlaksana!.... Hatiku seperti tersentuh, namun Aku hanya bias terngiang dan terdiam!....
“ Maafkan Aku Ibu, hingga saat ini tidak ada satu halpun yang dapat kulakukan untuk kebahagianmu!.... Maafkan Aku!... “.
Selesai lontong-lontong penuh cinta kasih dan doa tersebut ku seka dari sisa-sisa air rebusan yang menempel dan di lipatan terdalam dedaunan ontong tersebut….. segera ku letakkan di meja, untuk disajikan pagi-pagi sekali kepada pembeli….
“ Hmmmm…. Harum tercium kedua lontong tersebut di hidungku….
Aku ingat benar wangi daun pisang yang masak terebus dan tertanak!.... sangat lezat wanginya….. “.
Lalu tidak lama kedua Adik perempuanku terbangun!..... dan pelaksanaan sholat subuh menjadi rutinitas mengawali pagi mereka!.... “ Mantab Sister….. “.
Dan selanjutnya setelah melaksanakan sholat shubuh, mereka bergegas membantu melayani pembeli nasi uduk dan lontong-lontong tersebut!....
Yah, rutinitas pagi yang menyenangkan!... sangat menyenangkan!....
Aku senang walaupun hal kecil ini yang dapat kulakukan untuk Ibuku!...
“ Seperti berjalan di atas awan putih, namun panas terik mentari menyengat kulit hitamku!... “.
Hidup harus terus berjalan, hidup harus terus berputar!... Dan mentari pagi harus terus terbit di ufuk timur dan terbenam indah di ufuk barat!.... Hingga tergantikan tugasnya oleh sang rembulan serta bintang!... Siang terganti malam….
Seterusnya dan selanjutnya!... semua harus terus berjalan, kita semua harus terus bisa bertahan dari panasnya sang surya dan tiupan dinginya angina malam, disertai cahaya rembulan yang terkadang terlihat kelabu dalam pemandangan kota saat suasana malam yang hening.
Ha…. Ha… ha…. Enaknya lontong penuh cinta kasih dan Doa!..... Lezatnya di setiap gigitan memakan lontong ditengah menjalankan kehidupan……
Mengawali pagi dengan gigitan kelezatan lontong penu cinta kasih dan doa buatan Ibuku tercinta!.....
Selamat menikmati lontong penuh cinta kasih….
Dan selamat menjalankan hidup dan bertahan menjalankan hidup yang penuh cinta kasih dari Tuhan YME….
Hormat Saya,
Wassalam
No comments:
Post a Comment